Sabtu, 18 Januari 2014

kesedaran tanggungjawab ibubapa menerusi ayat-ayat Al-Quran dan Hadis



TARBIYATUL AULAD

1.1 PENEKANAN TANGGUNGJAWAB IBUBAPA MENDIDIK ANAK YANG DISEBUT DALAM HADIS DAN AL-QURAN

Ayat-ayat Al Qur'an Al Karim dan hadis-hadis Rasulullah Saw. yang menganjurkan kepada para pendidik untuk melaksanakan tangggung jawab mereka dan memperingatkan mereka akan akibat melalaikan tanggung jawabnya itu. Diantara ayat-ayat tersebut adalah sebagai berikut:

1.      “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya” (Thaha: 32)

2.      “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” (At Tahrim: 6)

3.      “Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan” (An Nahl: 93)

4.      “Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu...”(An-Nisa: 11)

5.      “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh” (Al-Baqarah: 233)

6.      Seorang laki-laki (suami) adalah pemimpin di dalam keluarganya dan ia bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya itu. Dan seorang wanita (istri) adalah pemimpin di dalam rumah suaminya dan ia bertanggungjawab terhadap yang dipimpinnya itu. (HR.Bukhari dan Muslim)

7.      Seorang yang mendidik anaknya itu lebih baik daripada bersedekah satu sha'(HR. At Tirmidzi)

8.      Seorang ayah tidak pernah memberi kepada anaknya sesuatu yang lebih baik dari pada adab yang mulia. (HR. At Tirmidzi)

9.      Ajarkanlah kebaikan kepada anak-anak kamu dan keluarga kamu dan didiklah mereka (HR. Abdur Razzaq dan Sa'id bin Mansur)

10.  Didiklah anak-anakmu pada tiga hal: mencintai Nabimu,mencintai ahli baitnya, dan membaca Al-Qur'an (HR. Ath Thabrani)

11.  Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sebelum ia ditanya tentang empat hal: tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia rusakkan, tentang hartanya dari mana ia mendapatkannya dan untuk apa ia menafkahkannya, dan tentang ilmunya yang ia amalkannya. (HR At Tirmidzi)

1.2            BAGAIMANA CARA PARA ULAMA MENGAJAR DAN MENDIDIK ANAK MEREKA

1.      Al Jahizh telah meriwayatkan bahwasanya ketika 'Uqbah bin Abi Sufyan menyerahkan anaknya kepada seorang guru, ia mengatakan:

“Hendaklah yang pertama kali Engkau lakukan untuk memperbaiki anakku adalah memperbaiki dirimu sendiri, karena penglihatan mata mereka adalah tertumpu pada penglihatanmu; apa yang baik pada mereka adalah apa yang menurutmu dianggap baik, dan yang jelek pada mereka adalah apa yang menurutmu dianggap jelek. Ajarkanlah kepada mereka biografi orang-orang bijak dan akhlak orang-orang berbudi; ancamlah mereka dengan diriku dan didiklah mereka tanpa membandingkan dengan diriku; Jadilah engkau seorang doktor yang tidak memberikan ubat sampai mengetahui penyakit yang diderita pesakit; janganlah engkau membatasi hanya kepada sesuatu yang tidak bisa aku lakukan, karena sesungguhnya aku telah mempercayakan sepenuhnya akan anakku.”

2.      Ibnu Khaldun dalam Muqaddimah-nya menceritakan, bahwasanya ketika Harun Al Rasyid menyerahkan anaknya, Al-Amin kepada seorang guru, ia mengatakan:

“Wahai Ahmar, sesungguhnya Amirul Mukminin telah menyerahkan kepadamu belahan jiwa dan buah hatinya. Maka, bukalah tanganmu atasnya lebar-lebar dan ketaatanmu kepadanya
adalah kewajiban; tetaplah kamu bersamanya sebagaimana kamu kepada Amirul Mukminin; bacakan kepadanya Al-Qur'an dan ajarkanlah hadis-hadis; riwayatkanlah kepadanya syair-syair dan ajarkanlah kepadanya sunnah; perlihatkan kepadanya fenomena fenomena dan dasar-dasar ilmu kalam; laranglah dirinya tertawa bukan pada waktunya; janganlah ia bertemu denganmu sesaat saja kecuali kamu menyampaikan kepadanya pelajaran-pelajaran yang dapat diambilnya, dengan tidakmenyembunyikannya sehingga pikirannya menjadi mati; janganlah kamu biarkan dirinya berleha-leha,sehingga ia suka nganggur dan bersenang-senang; luruskanlah dirinya sesuai kemampuanmu dengan pendekatan yang lembut; jika ia menolaknya maka lakukanlah dengan kekerasan.”

3.      Abdul Malik bin Marwan mengatakan seraya memberikan nasihat kepada guru dari anaknya:

“Ajarkan kepada mereka kejujuran sebagaimana kamu mengajarkan kepada mereka Al-Qur'an; biasakanlah mereka dengan akhlak yang terpuji; bacakan kepada mereka syair-syair agar mereka berani dan bersemangat; ajaklah mereka duduk-duduk bersama orang-orang besar dan para ilmuan; jauhkan mereka dari orang orang yang rendah budinya dan para pelayan, karena mereka adalah orang orang yang paling rendah budinya; hargailah mereka di tempat keramaian, dan tegurlah mereka secara rahasia; pukullah mereka atas perbuatan dusta, karena dusta menarik kepada kemaksiatan, dan kemaksiatan itu sungguh
menarik kepada Neraka.”

4.      Al Hajjaj mengatakan pula kepada guru dari anak-anaknya:

“Ajarilah mereka renang sebelum menulis, karena mereka masih menemukan orang yang menulis untuk mereka, tetapi tidak bisa menemukan orang yang berenang untuk mereka”.

5.      Salah seorang filosof berkata kepada guru dari anaknya,

“Janganlah kamu keluarkan mereka dari satu ilmu ke ilmu yang lain hingga mereka betul-betul menguasai ilmu tersebut. Karena bertumpuk-tumpuknya ilmu dalam pendengaran dan
berdesakkannya dalam prasangka adalah bisa menyesatkan pemahaman.”

6.      Umar bin Khaththab r.a. menulis surat untuk penduduk Syam:

“Ajarilah anak-anak kalian renang, memanah dan menunggang kuda.”

7.      Diantara wasiat Ibnu Sina dalam hal pendidikan anak:

“Anak-anak di sekolah hendaknya memiliki teman sebaya yang terpuji budi pekertinya dan baik tradisinya. Karena seorang anak akan saling meniru kebiasaan anak yang lain, saling mencontoh dan saling menyayang.”

8.      Hisyam bin Abdul Malik berkata kepada seorang guru dari anaknya, Sulaiman Al-Kalbi:

“Sesungguhnya putraku ini adalah bagian dari kulit mataku, dan kini telah aku serahkan
kepadamu untuk mendidiknya. Oleh karena itu hendaklah kamu selalu bertakwa kepada Allah dan sampaikanlah amanat. Mula-mula yang aku wasiatkan kepadamu, hendaklah kamu membimbingnya dengan Kitab Allah, kemudian kamu bacakan kepadanya syair-syair terbaik; kemudian bawalah ia berkeliling melihat kehidupan bangsa Arab, lalu ambillah syair-syair mereka yang terbaik; ajarkanlah kepadanya satu bagian tentang halal dan haram, berpidato dan berperang.”

Ibubapa bertanggung jawab mendidik anak-anaknya. Anak- anak adalah  amanat yang telah dikurniakan Allah untuk dipertanggungjawabkan kepada ibubapa mendidiknya. ibubapa akan dihisab dan disiksa jika melalaikan tanggung jawab dan kewajibannya untuk mendidik dan mengajar anak-anaknya.

Tanggung jawab ibubapa adalah sebagai berikut:

1. Tanggung jawab Pendidikan Iman
2. Tanggung jawab Pendidikan Moral
3. Tanggung jawab Pendidikan Fisik
4. Tanggung jawab Pendidikan Rasio (Nalar)
5. Tanggung jawab Pendidikan Kejiwaan
6. Tanggung jawab Pendidikan Sosial
7. Tanggung jawab Pendidikan Seksual

Dikutip dari :Buku Tarbiyatul Aulad/Pendidikan Anak dalam Islam, karangan Dr. Abdullah Nashih Ulwan, Jilid I, Bagian Kedua, halaman 157 - 164