Rabu, 23 Jun 2010

SENI PERNAPASAN SATRIA NUSANTARA DAN DZIKIR ASMAULHUSNA

Oleh Fadhil ZA

Sekitar tahun 1988 Seni Pernapasan Satria Nusantara sedang booming diseluruh Nusantara demikian pula dikantor saya PLN . Bersama beberapa teman saya ikut mendaftar menjadi peserta latihan Seni Pernapasan Satria Nusantara. Ayah saya yang sudah berusia 70 tahun dan adik adik saya juga ikut di lingkungannya masing masing. Ketika itu latihan Seni Pernapasan SN sedang menjamur dimana-mana di Jakarta ini. Peragaan tenaga dalam dan pernyataan bahwa SN dapat menyembuhkan berbagai penyakit , banyak menarik minat masyarakat ketika itu.

sn-1

Setelah menyelesaikan latihan pra dasar sebanyak 10 jurus selama kurang lebih 2 minggu, kami dikumpulkan di Cibubur untuk acara diselaraskan energi bio elektiknya (dibuka). Acara langsung dipimpin bapak Drs Maryanto sebagai pendiri Lembaga Seni Pernapasan Satria Nusantara. Sampai beberapa tahun LP SN sangat diminati di mana mana di seluruh Indonesia, beberapa instansi pemerintah dan BUMN menggalakan karyawannya untuk mengikuti Olah Raga seni Pernapasan SN ini. Keinginan untuk tetap sehat, bisa mengobati diri sendiri dan orang lain, memiliki tenaga dalam yang menakjubkan jadi motivasi yang kuat bagi peserta untuk tetap rajin mengikuti latihan.

Mulanya saya rajin latihan, namun karena kesibukan kerja dan kurangnya motivasi untuk terus berlatih latihan saya sering terputus. Akhirnya Saya bisa juga menyelesaikan sampai Pengendalian 10 setelah lebih 2 tahun. Peserta latihan terus menyusut, akhirnya saya juga tidak pernah ikut latihan lagi. Kadang kadang saya berlatih sendiri dirumah, sekedar untuk olah raga menjaga kebugaran tubuh, namun tidak rutin . Setelah berlalu sekian tahun , karena tidak pernah berlatih akhirnya saya mulai lupa jurus yang pernah saya latih tersebut. Beberapa teman masih ada yang terus berlatih dikantor saya sampai menjelang pensiun, ada yang sudah mengikuti tingkat Gabungan dan Pengendalian keras. Namun jumlah peserta tinggal beberapa orang saja.

Masa kejayaan Lembaga Seni Pernapasan (LSP) - Satria Nusantara mulai memudar sekitar tahun 1998, sementara itu di kantor saya muncul juga beberapa Seni Pernapasan antara lain Kalimasada. Dan akhir akhir ini juga muncul Seni pernapasan Mahatma. Namun latihan pernapasan seperti SN, Kalimasada maupun Mahatma sudah tidak booming seperti sekitar tahun 1988 lagi. Bapak Drs Maryanto sebagai pendiri LSP Satria Nusantara saat ini mengalihkan aktivitasnya dengan membuka kursus privat pelatihan Satria Nusantara dibeberapa tempat di Jakarta , tentunya dengan biaya khusus.

Mengapa peserta latihan LSP SN yang semula booming , akhirnya menyusut ? beberapa teman yang semula rajin latihan , ketika saya tanyakan apa masih latihan ? hanya geleng kepala. Teman saya menjelaskan latihan SN enaknya kalau rame-rame, kalau latihan sendiri terasa bosan. Adik saya yang biasa latihan di Lippo Karawaci juga sudah lama tidak ikut latihan, ketika saya tanya apa masih latihan sendiri dirumah, ia bilang tidak. Rasa bosan dan motivasi yang kurang kuat membuat mereka yang dulunya rajin berlatih mulai kehilangan semangat untuk terus berlatih. Daya tarik latihan seni pernapasan yang utama adalah untuk mendapatkan kesehatan, kebugaran disamping meningkatkan kepekaan, tenaga dalam dan kemampuan mengobati orang lain. Iming-iming untuk tetap sehat, memiliki kepekaan dan tenaga dalam ini ternyata kurang kuat untuk meningkatkan motivasi peserta untuk terus berlatih.

Meningkatkan Motivasi untuk Berzikir

Berzikir menyebut nama Allah diluar kegiatan sholat adalah suatu kegiatan utama yang sangat dianjurkan sebagaimana disebutkan dalam surat Al Ankabut 45 dan An Nisa 103 :

Sesungguhnya mengingat Allah sangat besar keutamaannya (Al Anlkabut 45)

Maka apabila kamu telah menyelesaikan salat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. (An Nisa 103)

Karena kurang paham dengan manfaat berzikir ini , sebagian besar umat Islam juga jarang mengerjakannya kegiatan zikir mengingat Allah sebagaimana yang dianjurkan dalam ayat Qur’an tersebut diatas. Beberapa orang yang mencoba mengerjakan zikir menyebut nama Allah secara rutin juga dilanda rasa bosan , malas dan kadang kala mengantuk. Untuk mampu melakukan zikir secara rutin setiap hari dibutuhkan motivasi , keteguhan dan kemauan yang kuat. Motivasi dan iming- iming kesuksesan kehidupan duniawi tidak cukup kuat untuk mendorong seseorang mau melaksanakan kegiatan zikir. Sama halnya seperti kegiatan latihan olah napas model satria Nusantara, iming iming sehat, bugar memiliki kepekaan dan tenaga dalam ternyata juga kurang kuat untuk membangkitkan motivasi seseorang untuk tetap berlatih dengan rajin.

Berzikir mengingat , dan menyebut nama Allah didalam hati secara terus menerus diluar kegiatan Sholat , ketika sedang berdiri, duduk atau berbaring adalah suatu usaha untuk tetap berada dalam naungan dan penjagaan Allah dimanapun berada. Orang yang selalu berzikir mengingat Allah berada dalam pengawasan dan naungan Allah dimanapun ia berada baik dikala senang maupun susah dalam kehidupan didunia, alam barzakh maupun alam akhirat. Sebagaimana dijelaskan Allah dalam surat Al Baqarah ayat 152:

Ingatlah kamu padaKu niscaya Akupun ingat pula padamu (Al Baqarah 152)

Sebagai mahluk Ruh, jiwa kita yang tidak pernah tidur, istirahat dan tidak akan pernah hancur, musnah ataupun mengalami kematian, membutuhkan energy untuk tetap sehat bugar menempuh perjalanan hidup yang panjang didunia, alam barzakh maupun akhirat. Zikir Mengingat Allah akan memberikan energy Ilahi yang dahsyat pada Ruh kita, sehingga mampu mengatasi berbagai problem yang datang menghadang dalam perjalanan hidupnya.

Ruh dari Jiwa yang tidak pernah berzikir pada Allah, dan sangat mencintai kehidupan dunia diliputi energy kegelapan atau negatif dari syetan yang mengelilinginya. Ia hidup dalam kegelapan, kelemahan, tidak berdaya, dirongrong berbagai penyakit Rohani seperti cemas, takut, kecewa, jengkel, dendam, dengki, stress berkepanjangan dan ia akan mengalami penderitaan yang abadi selama hidup didunia, alam barzakh dan alam akhirat. Allah akan mengeluarkan orang yang ber-iman dan selalu ingat padanya dari keadaan jiwa yang lemah, tak berdaya dirongrong berbagai penyakit dan hidup dalam kegelapan kepada cahaya yang terang benderang sebagaimana firmanNya dalam surat al Baqarah

Allah pemimpin orang yang beriman yang mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya yang terang benderang (Al Baqarah 257)

Sungguh menarik jika kita mampu berzikir pada Allah terus menerus ketika berdiri, duduk dan berbaring. Sayang sedikit sekali diantara kita yang mampu melakukan kegiatan tersebut. Hati dan fikiran kita terlalu sibuk dengan masalah kehidupan dunia. Pekerjaan rutin, masalah sehari hari, bisnis, rapat , jadwal dan target yang harus diselesaikan , semua itu memenuhi ruang hati dan fikiran kita, tidak memberi kita kesempatan untuk berzikir dan mengingat Allah sedikitpun.

Mengapa semua itu terjadi??….Karena sebagian kita telah memisahkan kegiatan sehari hari dengan zikir mengingat Allah. Jangan pisahkan kegiatan rutin dengan kegiatan mengingat Allah, jadikan mengingat Allah menyatu dengan kegiatan rutin anda, niscaya anda akan memiliki kemampuan untuk berzikir terus menerus. Jadikan kesibukan bisnis , berbagai jadwal dan target pekerjaan anda , problem dan berbagai masalah yang anda hadapi sehari hari menyatu dengan mengingat Allah. Komunikasikan seluruh kegiatan harian anda dengan Allah , berarti anda sudah berzikir. Namun anda tidak akan mampu melakukannya tanpa latihan, anda harus melatih hati dan fikiran anda untuk mensinkronkan kegiatan zikir mengingat Allah dengan kegiatan harian anda. Sediakan waktu beberapa menit setiap hari untuk berlatih, jika sudah terbiasa secara otomatis hati dan fikiran anda akan selalu berzikir sambil menyelesaikan kegiatan sehari hari. Kegiatan harian anda akan menyatu dengan kegiatan zikir mengingat Allah.

Meditasi Dzikir Asma’ulhusna

Meditasi biasanya dilakukan dengan memfokuskan penglihatan pada satu titik, mengosongkan fikiran, mengikuti irama tertentu yang monoton,irama musik tertentu, merasakan denyut nadi atau merasakan keluar masuk aliran napas dan lain sebagainya. Pada dasarnya kegiatan meditasi adalah usaha untuk memfokuskan hati dan fikiran pada satu kondisi. Cobalah meditasi dengan memfokuskan hati dan fikiran pada Asma’ulhusna.

Ambil sikap duduk yang nyaman, boleh bersila duduk santai dikursi atau sikap duduk awal latihan Satria Nusantara. Lakukan pernapasan segitiga dengan pola tarik perlahan, tahan , hembuskan perlahan kemudian kembali pada langkah semula. Tarik napas perlahan lahan sambil mengucapkan kalimat Asma’ulhusna misalnya ya Rohman,ya Malik , ya Jabbar ….dst. didalam hati. Tahan napas sambil tetap mengucapkan kalimat Asma’ulhusna tersebut. Hembuskan napas sambil membaca “La haula walaa kuwwata illa billahi” atau do’a yang lain.”kemudian kembali kepada langkah pertama demikian seterusnya.

Lakukan kegiatan ini setiap selesai sholat , pada malam hari atau waktu lainnya yang santai. Jika anda rutin tiap hari melakukan kegiatan ini pada akhirnya kalimat Asma’ulhusna akan terekam dalam fikiran bawah sadar anda. Jika sudah demikian hati dan fikiran anda akan cenderung menyebut asma’ulhusna dimanapun anda berada. Asmaulhusna ya Malik, Ya Aziz, Ya Jabbar akan muncul dikala anda menghadapi persoalan yang pelik, ancaman, kecemasan , dan lain sebagainya , otomatis anda akan berzikir dalam setiap masalah yang anda hadapi.

Jurus Satria Nusantara dan Zikir Asma’ulhusna

Pada latihan Pengendalian 1 s/d 10 gerakan jurus dilakukan sambil menahan napas sebanyak 10 langkah, biasanya fikiran fokus pada penghitungan langkah hingga 10. Setelah mencapai 10 langkah gerakan jurus berhenti sambil melepas napas yang selama ini ditahan. Ketika melakukan jurus pengendalian gantilah kegiatan menghitung langkah, dengan zikir Asma’ulhusna didalam hati . Fokuskan hati dan fikiran pada kalimat Asma’ulhusna yang dibaca, tahan napas seberapa kuat yang bisa dilakukan. Gerakan jurus berhenti setelah tidak kuat lagi menahan napas, hembuskan napas sambil terus berzikir , atau berdo’alah ketika napas masih megap -megap tersebut, mintalah kesehatan, kekuatan , kemenangan atau apa saja yang sesuai dengan kalimat Asma’ulhusna yang dibaca.

Pada setiap jurus bisa dibaca satu kalimat Asma’ulhusna atau dua kalimat Asma’ulhusna. Pembacaan satu kalimat Asma’ulhusna di awali dengan kalimat “…Ya Allah…” sehingga kalimat yang dibaca adalah “…ya Allah….ya Rahman..”, “….ya Allah….ya Malik …” , “…ya Allah…ya Jabbar..” demikian seterusnya. Pada pembacaan dua kalimat Asma’ulhusna cari kalimat Asma’ulhusna yang berpasangan, misalnya “ ya Rohman…ya Rohiim”, “ya Ghofur….ya Rohim”…..”ya..Aziz….ya Hakim..” ….”ya Hayyu….ya Qoyyum..” demikian seterusnya. Menggabungkan gerakan jurus dengan zikir asma’ulhusna ini mendatangkan dua keuntungan bagi anda, gerak jurus meningkatkan kesegaran dan kebugaran tubuh, sedang zikir Asma’ulhusna akan meningkatkan kesehatan dan kebugaran Ruh atau Jiwa anda.

Bagi anda yang pernah mengikuti latihan Seni Pernapasan Satria Nusantara namun mulai dilanda kebosanan dan kemalasan sehingga tidak pernah latihan lagi baik secara bersama maupun seorang diri ada baiknya mencoba metode diatas, menggabung jurus dengan zikir asma’ulhusna. Saya sudah lama tidak berlatih jurus Satria Nusantara, hingga semua jurusnya sudah lupa, walupun dulu pernah latihan selama 2 tahun sampai Pengendalian 10. Beruntung saya menemukan situs “SN Aceh” yang merekam jurus 1 s/d 10 di you tube, setelah saya coba latihan dengan berpedoman pada rekaman video tersebut, kemampuan jurus saya kembali pulih. Saya mulai bergairah melakukan latihan setiap hari dengan menggabung jurus SN dengan zikir asma’ulhusna seperti yang saya sebutkan diatas.

Menggabung zikir Asma’ulhusna dengan Jurus SN diharapkan dapat memperkuat motivasi untuk tetap berlatih. Motivasi latihan bukan hanya kepentingan dunia seperti kesehatan, kebugaran, kepekaan atau tenaga dalam, tetapi ada motivasi lain yang lebih kuat yaitu zikir asma’ulhusna yang diharapkan dapat mendekatkan diri pada Allah serta menguatkan Ruh untuk menghadapi perjalanan hidup yang kekal dan abadi didunia dan akhirat . Dengan menggabung jurus SN dengan Asma’ulhusna diharapkan kita akan memiliki tubuh yang sehat ,kuat dan bugar serta jiwa yang kuat dan prima dalam menghadapi berbagai masalah hidup didunia dan akhirat.

Dengan melakukan Meditasi Zikir Asma’ulhusna dan latihan jurus SN yang digabung dengan Asma’ulhusna diharapkan kalimat Asma’ulhusna yang sering dibaca didalam hati akan mengendap didalam fikiran bawah sadar, sehingga secara otomatis hati dan fikiran akan selalu berzikir dimanapun berada. Menyatukan kegiatan dan aktivitas sehari hari dengan berzikir mengingat Allah tidak menjadi masalah lagi. Secara otomatis hati dan fikiran akan menyatukan aktivitas sehari hari dengan berzikir dan berkomunikasi dengan Allah, inilah yang dimaksud dengan firman Allah didalam surat An Nisa ayat 103

“ Maka apabila kamu telah menyelesaikan salat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring.” (An Nisa 103)

Jangan pisahkan aktivitas dan kegiatan sehari hari dari dzikir mengingat Allah, jadikan kegiatan sehari hari menyatu dengan kegiatan mengingat Allah. Ketika mengendarai kendaraan, berjalan kaki, urusan bisnis, meeting, menyelesaikan pekerjan kantor, berdagang, dan lain sebagainya , lakukan sambil berzikir mengingat Allah atau menyebut Asmaulhusna.

Agar semua itu bisa dilakukan dengan mudah dan otomatis sediakan waktu untuk latihan meditasi pernapasan asmaulhusna setiap hari. Bagi yang pernah berlatih jurus Satria Nusantara lakukan sambil membaca Asmaulhusna, sehingga kalimat Asmaulhusna mendarah daging dalam kegiatan sehari hari. Berdoa , dan memohon kepada Allah dengan menyebut Asmaulhusna adalah suatu kegiatan yang dianjurkan Allah dalam surat Al A’raaf 180

180- Hanya milik Allah asmaulhusna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaulhusna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (Al A’raaf 180)


http://www.fadhilza.com/2010/01/tadabbur/seni-pernapasan-satria-nusantara-dan-dzikir-asmaulhusna.html

Tiada ulasan:

Catat Ulasan