Sabtu, 19 Jun 2010

Taubat

(Al Harits bin Suwaid), ia berkata:
Abdullah menyampaikan dua hadits kepadaku, salah satunya dari Rasulullah saw dan yang satu lagi dari dirinya sendiri. Ia berkata:

"Sesungguhnya seorang mukmin melihat dosa-dosanya seolah-olah ia duduk di bawah gunung dan ia takut kalau (gunung itu) jatuh menimpanya. Sedangkan orang durhaka melihat dosa-dosanya bagaikan lalat yang hinggap di hidungnya, lalu ia melakukan begini, yaitu menghalaunya dengan tangannya."

Kemudian ia berkata:
"Aku mendengar Rasulullah saw bersabda:

"Sungguh Allah lebih gembira terhadap taubat seorang hamba-Nya yang beriman daripada seorang laki-laki yang turun di padang sahara yang tandus bersama kendaraannya yang mengangkut makanan dan minumannya. Lalu ia meletakkan kepalanya dan tertidur. Ketika bangun ia mendapati kendaraannya telah pergi, lalu ia mencarinya.
Ketika merasa sangat lapar dan haus, ia berkata:

"Aku akan kembali ke tempatku semula, lalu aku akan tidur hingga mati."

Lalu ia meletakkan kepalanya di atas lengannya untuk mati. Kemudian ia terbangun, dan tiba-tiba kendaraannya berada di sisinya beserta dengan bekal dan minumannya. Sungguh Allah lebih gembira terhadap taubat hamba-Nya yang beriman dari pada kegembiraan orang tersebut terhadap kendaraan dan bekalnya." (Bukhari, Muslim dan Tirmidzi). Wallahu a'lam bishshowaab. (eramuslim )